2.01.2009

Comment yang dikomentari...

Setelah tulisan pertama yang posting beberapa hari yang lalu ternyata ada beberapa masukan, saran dan peringatan terhadap tulisan pribadi maupun postingan2 yang saya sadur dari beberapa sumber bacaan maupun kutipan dari penulis buku…
(Salam… Semoga kita selalu dalam lindungan dan Kasih-Nya)

Hal ini tentunya sangat menggembirakan buat saya secara pribadi karena ternyata ada juga yang ingin mampir meskipun hanya say hallo.. dan ada juga yang membaca postingan dan memberi saran.. Hal ini tentunya bisa menaikkan traffic kunjungan blog saya… (hehehehe… Maunya…!!!) Untuk itu semua saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya….

Sebelumnya tanpa mengurangi rasa hormat kepada sumber ataupun penulis buku saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya karena disebabkan kelalaian dan ketidaktahuan atas pengetahuan dan pemahaman saya yang sangat minim sehingga tidak mencantumkan referensi bacaan maupun penulis tersebut… Saya hanya mencoba untuk mengeksplorasi diri dan berbagi ide, pengalaman, masalah yang selama ini mengacaukan pikiran lewat tulisan dan postingan di blog. Dan dengan sangat sadar bahwa muatan tulisan saya pun sebatas amatiran yang baru belajar… (Maklum aja.. baru belajar ….) hehehehe,,,,

Dan ini adalah Pelajaran Pertama yang saya dapatkan….. Pelajaran tentang bagaimana cara Menghargai Karya Orang lain…. Dan ini terlupakan oleh saya karena ketidaktahuan…. Inilah pelajaran Moral yang saya dapatkan… Dan dengan Gentle (Sok bule…. Hehehehe) saya mengakui kesalahan saya…. Dan mudah2an tidak ada ketersinggungan dari Sumber maupun penulis yang telah saya sadur untuk dijadikan postingan…. (mudah2an saja…. AMIN)…

Saya jadi teringat petuah dari orang bijak yang mengatakan bahwa “Belajarlah menghargai diri sendiri…. Sehingga engkau bisa menghargai orang lain..” Lagi2 hal ini terlupakan oleh saya… dan sampai sekarang pun saya sendiri belum bisa menghargai diri sendiri, sehingga belum mampu untuk menghargai orang lain…. Dan ini terkait lagi dengan perubahan… Perubahan yang harus saya lakukan… Perubahan untuk lebih baik lagi kedepan…..

Mudah2an dengan masukan, saran dan peringatan dari pemberi komentar di blogku bisa membuat penulisan maupun postingan selanjutnya bisa lebih baik lagi….

Komentar yang telah diberikan tersebut telah saya jadikan tulisan yang telah saya komentari lagi..dan tentunya saya mengharapkan komentar2 selanjutnya…. Hehehehe… sehingga dapat menjadi pembelajaran buat saya secara pribadi .
Salam….



Read More......

1.29.2009

Be The Change

Ini adalah tulisan pertamaku…. Selama ini saya tidak berani untuk menulis sesuatu karena pehamanan maupun pengetahuanku tentang sesuatu sangat lah minim… Tp g apa2lah coba2 untuk nulis… hehehehe… Mudah2an saja nanti bisa jadi kebiasaan yang baik tentunya…. Sebelumnya maaf2 saja klo muatannya tidak berbobot (sesuai dengan penulis) dan metode penulisannya tidak sesuai dengan Kaidah penulisan yang benar…..

Ok.. Kita mulai aja… (hmhmhm..)
Beberapa hari terakhir ini saya melihat kejadian yang sepertinya terus berulang… de javu.. Mulai dari hal yang dianggap baik sampai dengan hal yang terburuk menurut orang…. Kejadian tersebut mungkin tanpa kita sadari akibat dari kita tidak pernah belajar dari pengalaman2 yang telah terjadi sebelumnya… Dan tentunya setiap pengalaman orang pasti berbeda, dan tergantung bagaimana cara kita memaknai pengalaman hidup kita…

Mungkin hal inilah yang menyebabkan bangsa kita mengalami berbagai macam permasalahan yang sangat kompleks.. Mulai dari aparat pemerintah hingga rakyat Indonesia sendiri tidak mau belajar dari pengalaman-pangalaman terdahulu sehingga menyebabkan kondisi Negara kita makin runyam…. (Sok Nasionalis…..Hehehehehe)

Bahkan pemuka agama-agama kita yang banyak diagung-agungkan ternyata tidak lebih buruk dari seorang penjahat sekalipun….
Itulah Topeng Dualisme….. Mengatasnamakan TUHAN untuk kepentingan pribadi maupun kaumnya…. Menegakkan bendera Perang atas nama TUHAN… Seolah-olah tuhan butuh pembelaan kita….butuh pertolongan kita….. Siapakah sebenarnya yang butuh pembelaan…!!! Butuh pertolongan….!!!....
Kitalah yang butuh pertolongan TUHAN…… Jadi bingung…..!!! Yang kita butuhkan perubahan…dan perubahan.. dan tentunya perubahan yang dapat membawa bangsa ini lebih baik lagi….

Orang bijak mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik.. Namun masih banyak diantara kita yang tidak mau belajar dari pengalaman yang ada. …. Sesuai dengan isi SMS Wisdom dari Bapak Anand Krishna…. “Dengarkanlah Suara Hati Nurani…. Dialah guru sejati……. “ tapi kita tidak pernah mendengar Hati Nurani Kita… suara kebenaran yang menghampiri kita tiap hari….. kita mengabaikannya sambil berlalu …. Kita tidak pernah sadar bahwa TUHAN hadir setiap saat dengan berbagai wujudnya… lagi2 kita tidak pernah sadar..Kita tidak pernah mau tahu… Bahkan dengan mudahnya mengatakan saya ini hamba TUHAN…. Hamba yang taat dan rajin beribadah… Tapi apalah artinya jika kita masih berada dibalik TOPENG DUALISME…….

Hal ini yang membuat saya secara pribadi sebagai anak bangsa INDONESIA merasa sangat perihatin…… Tapi mau bagaimana lagi.. Tidak ada yang dapat kita perbuat selain berkarya dan terus berkarya untuk bangsa ini…… Paling tidak perubahan kita mulai dari diri kita… Buatlah perubahan itu mulai dari hal kecil… (SOK TAU,…. Hehehehe….)
Mudah2an dengan tulisan ini membuat saya secara pribadi dapat melakukan perubahan2 tersebut…. Perubahan yang sulit namun pasti….
Be The Change……… BERKARYA dan TERUSLAH BERKARYA untuk BANGSA ini………
Hidup Indonesia…..


Read More......

1.21.2009

Kamasutra Versi Bugis (5)

Hadiah Pernikahan Terindah

KITAB persetubuhan Bugis, Assikalabineng, punya ciri khas tersendiri. Dia adalah pergulatan pengetahuan, pengalaman, dan spiritualitas masyarakat Bugis soal puncak kebudayaan yang amat bersifat private (pribadi).

India mengenal Kama Sutra yang merupakan saripati pengetahuan persetubuhan dari kitab Vatsyayana. Meski belakangan kama sutra lebih menonjolkan lelaku atau gaya seksual, tapi sebenarnya ini adalah "gaya hidup" raja-raja untuk mencapai moksa.
Kebudayaan Jawa juga mengenal Serat Centhini dan Serat Nitimani karena terpengaruh kebudayaan Islam, lelaku ini untuk mencapai makrifat.

Sebagai salah satu dari beberapa suku bangsa yang memiliki aksara sebagai medium, Lontara Assikalaibineng, bisa disejajarkan dengan kitab-kitab dari bangsa berbudaya tinggi lainnya.

Kita Assikalabineng menempatkan laki-laki sebagai inisiator. Ajaran, tata cara, syarat, atau mantra dalam bahasa Arab atau Lontara, menempatkan pria sebagai tokoh sentral.


Tak mengherankan, ajaran ini hanya diajarkan kepada lelaki yang akan menikah atau sudah menikah. Ajaran ini tidak sama sekali diperuntukkan bagi lelaki yang belum dewasa.

Masyarakat Bugis amat meyakini bahwa seorang suami yang akan menikah di masa "pingitan" sudah membekali diri dengan pengetahuan dan kebijaksanaan Assikalaibineng.
Pengetahuan inilah yang mengkonfirmasikan, betapa berharganya malam pertama bagi laki-laki. Dengan ilmu dan lelaku ini, mempelai pria bisa mengetahui, apakah istrinya masih virgin atau jusrtu akan membuatnya malu.

Ritual Agama
Kitab ini menempatkan hubungan seks di malam pertama dan malam-malam selanjutnya sebagai ritual keagamaan, bukan wadah pelampiasan nafsu, atau menghabiskan masa honeymoon.

Buku ini, seperti ajaran Islam, mengajarkan bagaimana menahan dan mengatur hawa nafsu dengan prosedur teratur dan zikir.

Di halaman 140, misalnya, diajarkan tata cara awal sebelum melakukan hubungan seks. Pasangan mandi secara terpisah, lalu berwudu dan melakukan tafakkur dalam salat sunnah. Buku ini faham betul, bahwa hasrat pria selalu lebih besar, namun paling cepat "terlampiaskan". Proses ini, diebut dengan "nikah batin". Istilah ini merujuk kepada pengelaman anak mertua nabi Muhammad, Ali dengan Fatimah.

"..bila kamu dan istrimu pertama kali berhubungan, maka tafakurlah lebih dulu. Pusatkan mata hatimu, lihatlah dirimua sebagai Alif , dan istrimu sebagai huruf Ba."
Lalu peganglah lengannya lalu ucapkan salam berbunyi, Assaalamu alaikum, Ali memegang, Fatimah dipegang. Apabila kamu memegang tangannya maka ucapkan syahadat. Ucapkan dalam hati atau Jubril menikahkan saya, Muhammad Wali saya, wali saksi saya, atas kehendak Allah taala, kunfayakun. Lalu mulailah dengan ciuman, dan ...... "

Nikah Batin
Konsep nikah bathin ini adalah amalan dan ajaran tasawwuf dalam peristiwa Assikalaibineng. Proses ini adalah penyatuan unsur lahiriah dan bathiniah antara lelaki dan perempuan. Dalam kitab ini, disebut penyatuan eppa sulapa. Penyatuan tubuh dengan tubuh, hati dengan hati, nyawa dengan nyawa, dan rahasia dengan rahasia.
Dengan, konsep nikah batin inilah yang merupakan klimaks dalam konteks spiritualitas manusia dalam hubungan seks, atau "tassawuf seks".

Dan inilah, yang menyebabkan kenapa para bangsawan dan orang berilmu Bugis-Makassar dalam pesta perkawinannya biasanya memakan waktu persiapan yang lama.
Kitab Assikalaibaineng adalah ilmu yang ditunggu-tunggu atau hadiah perkawinan berharga bagi pria dewasa yang segera ke pelaminan dan akan mempraktikkannya di malam pertamanya.(thamzil thahir)

Judul: Assikalabineng Kitab Persetubuhan Bugis
Penulis: Muhlis Hadrawi
Penyunting: Anwar Jimpe Rahman dan Nuraidar Agus
Penerbit: Ininnawa, 2008
Tebal: 192 + v halaman, 15x21 cm
SUMBER : http://www.tribun-timur.com/kamasutrabugis



Read More......